Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan

PENCEMARAN LINGKUNGAN

Ciri, sifat, macam polusi dan limbah
Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Jika komponen biotik berada dalam komposisi yang proporsional antara tingkat trofik dengan komponen abiotik yang mendukung kehidupan komponen biotik, lingkungan tersebut berada dalam keseimbangan atau stabil.
Contoh lingkungan alami yang seimbang adalah hutan. Di hutan, tumbuhan sebagai produsen ada dalam jumlah yang mencukupi untuk perlindungan dan makanan bagi konsumen tingkat pertama, seperti burung pemakan tumbuhan, rusa dan monyet. Tumbuhan di hutan dapat berkembang dengan baik karena kondisi lingkungan abiotik yang sesuai. Hewan sebagai konsumen tingkat pertama berada dalam jumlah yang mencukupi untuk kehidupan konsumen tingkat kedua, misalnya harimau, musang, dan ular. Jumlah masingmasing komponen biotik tersebut tidak mendominasi satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk rantai makanan yang seimbang.
Keseimbangan lingkungan tidak statis, artinya dapat terjadi penurunan atau kenaikan populasi tiap jenis tumbuhan dan hewan serta berbagai komponen biotik. Perubahan komponen biotik dan abiotik dalam batas-batas tertentu tidak mengganggu keseimbangan lingkungan. Sebagai contoh jumlah rusa yang berkurang karena diburu manusia tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup pemangsanya, misalnya harimau. Selama masih ada hewan lain di hutan, seperti kelinci, tikus, dan ayam hutan maka harimau akan memangsa hewan-hewan tersebut. Jumlah rusa juga dapat berkembang kembali selama perburuan tidak dilakukan terusmenerus.
Kemampuan hutan mendukung kelangsungan hidup harimau dengan adanya hewan mangsa adalah contoh daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Bertambahnya kembali jumlah rusa setelah berkurangnya perburuan adalah contoh daya lenting lingkungan.
Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan. Dengan demikian, lingkungan mampu menanggulangi perubahan-perubahan selama perubahan tersebut masih dalam daya dukung dan daya lentingnya.
Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak, artinya lingkungan menjadi tidak seimbang jika terjadi perubahan yang melebihi daya dukung dan daya lentingnya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena alam maupun aktivitas manusia.
Perubahan lingkungan yang disebabkan oleh manusia dan berakibat pada alam, misalnya penebangan hutan. Penebangan hutan secara besar-besaran mengakibatkan fungsi hutan sebagai penahan air hujan akan berkurang.
Hilangnya pohon-pohon dapat mengakibatkan tidak adanya perakaran yang dapat menahan air hujan. Akibatnya hanya sedikit air yang terserap oleh tanah sehingga sebagian besar air akan mengalir sebagai air permukaan yang dapat mengakibatkan tanah longsor dan banjir.
Banjir lumpur panas Sidoarjo, Jawa Timur merupakan kasus menyemburnya lumpur panas yang diduga diakibatkan oleh aktivitas pengeboran untuk eksplorasi gas. Semburan lumpur tersebut menurut data dari pertama kali mencapai volume 5000 meter kubik perhari. Kemudian meningkat menjadi 40.000 meter kubik per hari, dan sekarang ini mencapai 135.000 meter kubik per hari. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menangulangi luapan lumpur, diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Namun tanggul akhirnya jebol. Menurut Menteri kelautan dan perikanan, kerugian oleh banjir lumpur panas tersebut mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan dan 1600 hektar di pesisir Sidoarjo mengalami kegagalan panen, sehingga kerugian diperkirakan mencapai 10.9 milyar per tahun.
Kegiatan manusia mengubah lingkungan dilakukan karena adanya kebutuhan hidup. Kebutuhan ini akan menjadi semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Upaya pemenuhan kebutuhan menusia dipengaruhi oleh perkembangan budaya. Ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai hasil perkembangan budaya digunakan untuk mengembangkan berbagai industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, antara lain sebagai berikut:
1. Industri primer, mengupayakan kebutuhan dari alam secara langsung, seperti pertanian, pertambangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.
2. Industri sekunder, mengolah hasil industri primer seperti industri makanan, industri tekstil, industri kertas, industri pengolahan minyak bumi, dan industri logam.
3. Industri tersier, menghasilkan jasa atau pelayanan seperti industri informasi dan komunikasi, transportasi, dan perdagangan. Perkembangan industri tidak hanya mengubah lingkungan tetapi juga menimbulkan pencemaran.
Berbagi industri selain menghasilkan produk yang digunakan manusia juga menghasilkan buangan atau limbah.
Limbah adalah suatu benda atau zat yang dapat mengandung berbagai bahan yang membahayakan kehidupan manusia, hewan, serta makhluk hidup lainnya. Banyak limbah dihasilkan dari aktivitas manusia, termasuk industri dan kegiatan rumah tangga. Masuknya limbah rumah tangga dan industri ke dalam sungai menyebabkan pencemaran atau polusi air sungai. Pencemaran adalah perubahan keadaan lingkungan, baik secara fisik, kimia, atau pun biologi, meliputi udara, daratan, dan air yang tidak diinginkan.
Makhluk hidup, zat, energi, atau komponen penyebab pencemaran disebut polutan atau pencemar. Contoh polutan makhluk hidup atau polutan biologi ialah bakteri penyebab penyakit pada sampah dan kotoran. Polutan zat kimia disebut polutan kimia, contohnya limbah yang mengandung logam merkuri (Hg), gas CO2, gas CFC, debu asbes, dan pestisida. Sedangkan polutan energi disebut polutan fisik, misalnya panas dan radiasi.
Pencemaran berdasarkan bentuknya terbagi menjadi empat macam, yaitu pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara.
Pencemaran udara
Pencemaran udara berhubungan dengan pencemaran atmosfer bumi. Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km. Sumber pencemaran udara berasal dari kegiatan alami dan aktivitas manusia.
Sumber pencemaran udara di setiap wilayah atau daerah berbeda-beda. Sumber pencemaran udara berasal dari kendaraan bermotor, kegiatan rumah tangga, dan industri.
Dampak pencemaran udara dapat berskala mikro dan makro.
Pada skala mikro atau lokal, pencemaran udara berdampak pada kesehatan manusia. Misalnya, udara yang tercemar gas karbon monoksida (CO) jika dihirup seseorang akan menimbulkan keracunan, jika orang tersebut terlambat ditolong dapat mengakibatkan kematian. Dampak pencemaran udara berskala makro, misalnya fenomena hujan asam dalam skala regional, sedangkan dalam skala global adalah efek rumah kaca dan penipisan lapisan ozon.
Karbon dioksida (CO2)
Pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas alam telah lama dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan manusia terhadap energi. Misalnya untuk berbagai keperluan rumah tangga, industri, dan pertanian. Ketika bahan bakar minyak tersebut dibakar, karbon dioksida dilepaskan ke udara. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah karbon dioksida yang dilepaskan ke udara terus mengalami peningkatan. Apakah dampak peningkatan CO2 terhadap lingkungan?
Karbon monoksida (CO)
Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak stabil. Karbon monoksida yang berada di kota besar sebagian besar berasal dari pembuangan gas kendaraan bermotor yang gas-gas pembakarannya tidak sempurna.
Selain itu, karbon monoksida dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil serta proses industri.
Karbon monoksida dalam tubuh manusia lebih cepat berikatan dengan hemoglobin daripada oksigen. Jika di udara terdapat karbon monoksida, oksigen akan kalah cepat berikatan dengan hemoglobin.
Beberapa orang akan menderita defisiensi oksigen dalam jaringan tubuhnya ketika haemoglobin darahnya berikatan dengan karbon monoksida sebesar 5%. Seorang perokok haemoglobin darahnya sering ditemukan mengandung karbon monoksida lebih dari 10%.
Defisiensi oksigen dalam tubuh dapat menyebabkan seseorang menderita sakit kepala dan pusing. Kandungan karbon monoksida yang mencapai 0.1.% di udara dapat mengganggu metabolisme tubuh organisme. Oleh karena itu, ketika memanaskan mesin kendaraan di dalam garasi sebaiknya pintu garasi dibuka agar gas CO yang terbentuk tidak terakumulasi di dalam ruangan dan terhirup.
Sulfur dioksida
Sulfur dioksida dilepaskan ke udara ketika terjadi pembakaran bahan bakar fosil dan pelelehan biji logam. Konsentrasi SO2 yang masih diijinkan ialah antara 0.3 sampai 1.0 mg m-3. Akan tetapi, di daerah yang dekat dengan industri berat, konsentrasi senyawa tersebut menjadi lebih tinggi, yaitu 3.000 mg m-3 .
Peningkatan konsentrasi sulfur di atmosfer dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia, terutama menyebabkan penyakit bronkitis, radang paru-paru (pneumonia), dan gagal jantung. Partikel-partikel ini biasanya sulit dibersihkan bila sudah mencapai alveoli sehingga menyebabkan iritasi dan mengganggu pertukaran gas.
Pencemaran sulfur (sulfur oksida) di sekitar daerah pencairan tembaga dapat menyebabkan kerusakan pada vegetasi hingga mencapai jarak beberapa kilometer jauhnya. Tumbuhan mengabsorbsi sulfur dioksida dari udara melalui stomata. Tingginya konsentrasi sulfur dioksida di udara seringkali menimbulkan kerusakan pada tanaman pertanian dan perkebunan.
Nitrogen oksida
Nitrogen oksida memainkan peranan penting di dalam penyusunan jelaga fotokimia. Nitrogen dioksida dihasilkan oleh gas buangan kendaraan bermotor. Peroksiasil nitrat yang dibentuk di dalam jelaga sering menyebabkan iritasi pada mata dan paru-paru.
Selain itu, bahan polutan tersebut dapat merusak tumbuhan.
Hujan asam
Dua gas yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan serta pembangkit listrik tenaga disel dan batubara yang utama adalah sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). Gas yang dihasilkan tersebut bereaksi di udara membentuk asam yang jatuh ke bumi bersama dengan hujan dan salju. Misalnya, sulfur dioksida berreaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida.
2 SO2 + O2 2 SO3
Sulfur trioksida kemudian bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat.
SO3 + H2O H2SO4
Uap air yang telah mengandung asam ini menjadi bagian dari awan yang akhirnya turun ke bumi sebagai hujan asam atau salju asam.
Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan hutan, tanaman pertanian, dan perkebunan. Hujan asam juga akan mengakibatkan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam, misalnya jembatan dan rel kereta api, serta rusaknya berbagai bangunan.
Selain itu, hujan asam akan menyebabkan penurunan pH tanah, sungai, dan danau, sehingga mempengaruhi kehidupan organisme tanah, air, serta kesehatan manusia.
Efek rumah kaca (green house effect)
Efek rumah kaca merupakan gejala peningkatan suhu dipemukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida) di atmosfer. Gejala ini disebut efek rumah kaca karena diumpamakan dengan fenomena yang terjadi di dalam rumah kaca.
Pada rumah kaca, sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke dalamnya. Sebagian sinar matahari tersebut digunakan oleh tumbuhan dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke arah kaca.
Sinar yang dipantulkan ini tidak dapat keluar dari rumah kaca dan mengalami pemantulan berulang-ulang. Energi yang dihasilkan meningkatkan suhu rumah kaca sehingga rumah kaca menjadi panas.
Di bumi, radiasi panas yang berasal dari matahari ke bumi diumpamakan seperti menembus dinding kaca rumah kaca. Radiasi panas tersebut tidak diserap seluruhnya oleh bumi. Sebagian radiasi dipantulkan oleh benda-benda yang berada di permukaan bumi ke ruang angkasa. Radiasi panas yang dipantulkan kembali ke ruang angkasa merupakan radiasi infra merah. Sebagian radiasi infra merah tersebut dapat diserap oleh gas penyerap panas (disebut: gas rumah kaca). Gas penyerap panas yang paling penting di atmosfer adalah H2O dan CO2. Seperti kaca dalam rumah kaca, H2O dan CO2 tidak dapat menyerap seluruh radiasi infra merah sehingga sebagian radiasi tersebut dipantulkan kembali ke bumi. Keadaan inilah yang menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat atau yang disebut dengan pemanasan global (global warning).
Kenaikan suhu menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Kondisi ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut, sehingga menyebabkan berbagai kota dan wilayah pinggir laut akan tenggelam, sedangkan daerah yang kering menjadi semakin kering. Efek rumah kaca menimbulkan perubahan iklim, misalnya suhu bumi meningkat rata-rata 3°C sampai 4°C pada abad ke-21, kekeringan atau curah hujan yang tinggi di berbagai tempat dapat mempengaruhi produktivitas budidaya pertanian, peternakan, perikanan, dan kehidupan manusia.
Penipisan lapisan ozon
Lapisan ozon (O3) adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi pada ketinggian ± 30 km diatas bumi. Lapisan ozon terdapat pada lapisan atmosfer yang disebut stratosfer. Lapisan ozon ini berfungsi menahan 99% radiasi sinar Ultra violet (UV) yang dipancarkan ke matahari.
Gas CFC (Chloro Fluoro Carbon) yang berasal dari produk aerosol (gas penyemprot), mesin pendingin dan proses pembuatan plastik atau karet busa, jika sampai ke lapisan stratosfer akan berikatan dengan ozon. CFC yang berikatan dengan ozon menyebabkan terurainya molekul ozon sehingga terjadi kerusakan lapisan ozon, berupa penipisan lapisan ozon.
Penipisan lapisan ozon di beberapa tempat telah membentuk lubang seperti di atas Antartika dan kutub Utara. Lubang ini akan mengurangi fungsi lapisan ozon sebagai penahan sinar UV. Sinar UV yang sampai ke bumi akan menyebakan kerusakan pada kehidupan di bumi. Kerusakan tersebut antara lain gangguan pada rantai makanan di laut, serta kerusakan tanaman budidaya pertanian, perkebunan, serta mempengaruhi kesehatan manusia.
Radiasi
Makhluk hidup sudah lama menjadi objek dari bermacammacam bentuk radiasi. Misalnya, radiasi matahari yang mengandung sinar ultraviolet dan gelombang infra merah. Selain berasal dari matahari, radiasi dapat juga berasal dari luar angkasa, berupa sinar kosmis dan mineral-mineral radioaktif dalam batubatuan.
Akan tetapi bentuk radiasi akibat aktivitas manusia akan menimbulkan polusi.
Bentuk-bentuk radiasi berupa kegiatan uji coba bom nuklir dan penggunaan bom nuklir oleh manusia dapat berupa gelombang elektromagnetik dan partikel subatomik. Kedua macam bentuk radiasi tersebut dapat mengancam kehidupan makhluk hidup.
Dampak radiasi dapat dilihat pada tingkat genetik dan sel tubuh.
Dampak genetik pada interfase menyebabkan terjadinya perubahan gen pada AND atau dikenal sebagai mutasi gen. Dampak somatik (sel tubuh) adalah seseorang memiliki otak yang lebih kecil daripada ukuran normal, cacat mental, dan gangguan fisik lainnya serta leukemia.
Pencemaran tanah
Pencemaran tanah berasal dari limbah rumah tangga, kegiatan pertanian, dan pertambangan.

Limbah rumah tangga
Dalam rumah tangga, air digunakan untuk minum, memasak, mencuci, dan berbagai keperluan lainnya. Setelah digunakan, air dibuang atau mengalir ke selokan. Selanjutnya, air tersebut mengalir ke sungai, danau, dan laut. Air buangan rumah tangga atau dikenal sebagai limbah domestik mengandung 95% sampai 99% air dan sisanya berupa limbah organik .
Sebagian dari air buangan terdiri atas komponen nitrogen, seperti urea dan asam urik yang kemudian akan terurai menjadi amoniak dan nitrit. Pada perairan yang dimasuki oleh limbah rumah tangga biasanya akan menyebabkan populasi ganggang menjadi meningkat pesat sebagai akibat banyaknya persediaan nutrien.
Sebaliknya, persediaan oksigen dalam perairan tersebut semakin berkurang. Di sana dapat ditemukan Tubifex sp., hewan air yang mampu hidup dengan baik di bawah kondisi defisiensi oksigen.
Semakin ke hilir atau ke arah muara, limbah organik lebih terurai secara sempurna sehingga kandungan oksigen dalam air kembali normal. Hewan dan tumbuhan air dapat tumbuh dengan baik.
Selain itu limbah rumah tangga terpenting adalah sampah.
Sampah dalam jumlah banyak seperti di kota-kota besar, berperan besar dalam pencemaran tanah, air, dan udara. Tanah yang mengandung sampah diatasnya akan menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Pencemaran oleh mikroorganisme dan polutan lainnya dari sampah akan mengurangi kualitas air tanah. Air tanah yang menurun kualitasnya dapat terlihat dari perubahan fisiknya, misalnya bau, warna, dan rasa, bahkan terdapat lapisan minyak. Beberapa jenis sampah, seperti plastik dan logam sulit terurai sehingga berpengaruh pada kemampuan tanah menyerap air.

Limbah pertanian
Kegiatan pertanian dapat menyebabkan pencemaran air terutama karena penggunaan pupuk buatan, pestisida, dan herbisida. Pencemaran air oleh pupuk, pestisida, dan herbisida dapat meracuni organisme air, seperti plankton, ikan, hewan yang meminum air tersebut dan juga manusia yang menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Residu pestisida seperti DDT yang terakumulasi dalam tubuh ikan dan biota lainnya dapat terbawa dalam rantai makanan ke tingkat trofil yang lebih tinggi, yaitu manusia.
Selain itu, masuknya pupuk pertanian, sampah, dan kotoran ke bendungan, danau, serta laut dapat menyebabkan meningkatnya zat-zat hara di perairan. Peningkatan tersebut mengakibatkan pertumbuhan ganggang atau enceng gondok menjadi pesat (blooming).
Pertumbuhan ganggang atau enceng gondok yang cepat dan kemudian mati membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya oksigen dan mendorong terjadinya kehidupan organisme anaerob. Fenomena ini disebut sebagai eutrofikasi.
Limbah pertambangan
Pencemaran minyak di laut terutama disebabkan oleh limbah pertambangan minyak lepas pantai dan kebocoran kapal tanker yang mengangkut minyak. Setiap tahun diperkirakan jumlah kebocoran dan tumpahan minyak dari kapal tanker ke laut mencapai 3.9 juta ton sampai 6.6 juta ton. Tumpahan minyak merusak kehidupan di laut, diantaranya burung dan ikan. Minyak yang menempel pada bulu burung dan insang ikan mengakibatkan kematian hewan tersebut.
Pencemaran Suara (Kebisingan)
Ancaman serius lain bagi kualitas lingkungan manusia adalah pencemaran suara. Bunyi atau suara yang dapat mengganggu dan merusak pendengaran manusia disebut kebisingan. Tingkat kebisingan terjadi bila intensitas bunyi melampui 50 desibel (db).
Oleh karena kebisingan dapat mengganggu lingkungan, kebisingan dapat dimasukkan sebagai pencemaran.
Suara dengan intensitas tinggi, seperti yang dikeluarkan oleh mesin industri, kenderaan bermotor, dan pesawat terbang secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu manusia, bahkan menyebabkan cacat pendengaran yang permanen. Oleh karena itu, bunyi dapat dianggap sebagai bahan pencemar serius yang mengganggu kesehatan manusia.
perlihatkan semua...

PENCEMARAN LINGKUNGAN

A.Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran atau polusi adalah segala perubahan yang tidak dikehendaki pada sifat – sifat udara,air,tanah, atau makanan yang dapat mempengaruhi keselamatan makhluk hidup. Zat pencemar disebut Polutan
B.Pencemaran Udara
Udara bersih dan kering mengandung unsur-unsur seperti tercantum pada table berikut:
Komponen Rumus Konsentrasi
Nitrogen N2 780900
Oxigen O2 204400
Argon Ar 9340
Karbon dioksida CO2 315
Neon Ne 18
Helium He 5,2
Metana CH4 1,0-1,2
Kripton Kr 1
Nitrogen monooksida NO 0,5
Hidrogen H2 0,5
Xenon XE 0,08
Nitrogen dioksida NO2 0,02
ozon O3 0.01-0,04
Pencemaran udara disebabkan oleh terdapatnya Zat kimia di dalam lingkungan di atas ambang batas yang ditentukan Seperti :
I. Zat Pencemar Berfase Gas
1.Co2
Kandungan gas karbon diokisida diudara sekitar 10 %. Das ini bersifat racun dihasilkan dari pembakaran batu bara,minyak bumi dan gas alam. Makin banyak karbon dioksida di asmosfer makin banyak menyerap radiasi dari mata hari menyebabkan hilangnya beberapa pulau kecil.
2.CO
karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna. Gas ini tidak berbau,tidak berwarna,tidak berasap dan sangat beracun daya ikat hemoglobin terhadap CO sangat kuat sekitar (200 x O2) sehingga tubuh kekurangan O2 akibatnya timbul gejala sesak napas dan sakit kepala
3.Oksida Belerang
Gas SO2 di asmosfir berasal dari pembakaran minyak bumi dan batu bara yang mengandung belerang. Pencemaran SO2 menimbulkan noda-noda coklat dan merontokkan daun,radang paru-paru , dan tenggorokkan pada manusia.
Hujan asam terbentuk akibat sulfat (sebagai polutan) terlarut dalam air hujan.pembentukan asam sulfat menurut reaksi :
SO2 (g) + O2 (g) 2 SO3 (g)
SO3 (g) + H2 O (g) H2 SO4 (g)
SO2 (g) + H2 O (l) H2 SO4 (aq)
Hujan asam (acid rain) mengakibatkan : kerusakan bangunan yang terbuat dari pualam (marmer). Memudarkan cat-cat pada lukisan atau pada alat-alat rumah tangga, rusaknya tumbuhan,meracuni habitat,air,ikan,dan hewan-hewan lainnya.
d.Senyawa Oksigen
Oksigen nitrogen menimbulkan asap dan kabut / Smog = smoke and Fog. Sumber utama nitrogen bahan bakar dalam industri,kendaraan bermotor. Smog adalah percampuran NO dan O (OZON).
Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
N (g) + O (g) 2NO(g) (terjadi pada kendraan bermotor)
2NO(g) + O (g) 2NO
Pada siang hari terjadi reaksi :
NO (g) NO(g) + O(g)
O + O O (OZON) bila tidak ada polutan lain.
O + NO NO + O
(Smog)
II.Pencemar Berfase Padat
Pencemaran berfase padat antara lain dari :
1. Partikel hidup berupa mikroorganisme, yaitu : bakteri,jamur,insekta, dan lain-lain.
2. partikel tak hirup yaitu partikel pencemar anorganik yang berasal dari pengolahan logam besi baja,tembaga,timbel,dan lain-lain.
Lapisan ozon melindungi bumi dari radiasi ultraungu dengan cara menyerapnya. Lapisan ini dapat dirusak oleh CFC (kloro Fluoro Carbon).yang berfungsi sebagai pendingin lemari Es,kamar,dan bahan penyemprot (Freon- 11 / 12 = CFCI3. Freon-21 = CF2CI3).
Gas Sumber Utama Kadar / 95 Gas Sumber Utama Kadar/95
CO PembakaranMinyak Bumi dan asap kendaraan 0,2 ppm SO2 Pembakaran minyak bumi,pengolahan 0.05 ppm
CO2 pembakaran minyakbumi dan pembakaran hutan 350 ppm Bijih Sulfida Kulkas,AC,obat 0,003 pm
NO2 pembakaran minyak bumi 0,05 ppm semprot,aerosol
C.Pencemaran air
Pencemaran air adalah penambahan zat-zat yang tidak diinginkan dan dapat menurunkan kwalitas air,sehingga keberadaannya membahayakan manusia. Pencemaran air disebabkan oleh terdapatnya zat-zat kimia yang tidak memenuhi syarat-syarat air bersih.
1.Pengertian Air Bersih
Air minum tidak sama dengan air murni. Air minum mengandung garam-garam atau zat-zat yang tidak membahayakan.menyebabkan rasa enak dan segar.
Berdasarkan penggunaannya dibagi 4 golongan :
a. yaitu air yang digunakan sebagai air minum langsung tanpa pengolahan
b. air yang digunakan sebagai air baku untuk air minum
c. air yang digunakan untuk keperluan pertanian.peternakan dan perikanan.
d. air yang digunakan untuk keperluan pertanian,industri dan pembangkit listrik.
Kwalitas air ditentukan berdasarka DO (Dissolved Oxygen) dan BOD ( Biochemical Oxygen Demand ). Air bersih memiliki DO tinggi, BOD rendah. Minimal DO = 5ppm dan BOD kurang dari 1 ppm,pH sekitar 7,jernih tidakberasa dan berbau, dan bebas dari zat-zat pencemar terlarut.
Sumber air minum harus memiliki kritreria sebagai berikut :
1. mengandung kurang dari 10 mikroorganisme dari kotoran manusia per liter air.
2. tidak mengandung zat-zat kimia yang mebahayakan kesehatan bagi pemakai/merusak system pengadaan air.
3. tidak empunyai bau anyir,rasa pahit,tidak berbau,tidak berwarna atau tidak keruh.
4.tidak berasal dari sumber yang tercemar oleh sampah atau zat pencemar lainnya.
II.DO (Disolved Oxygen )
DO adalah jumlah oxygen yang larut dalam air.air harus mengandung DO sekurang-kurangnya 5 ppm.jika DO kurang dari 5 ppm akan berkembang.
Bakteri aerob membantu meproduksi karbon dan nitrogen dalam bahan organic menjadi karbon dooksida. Jika air banyak mengandung bahan organic,maka bakteri aerob akan berkembang dan kadar oxygen akan berkurang.
Penguraian organic dilakukan oleh bakteri anaerob (tidak memerlukan oxygen bebas). Bakteri ini mereduksi karbon, nitrogen, dan belerang menjadi CH4,NH3,H2S yang berbau tidak sedap. Makin besar DO,kualitas air makin baik.
III.BOD (Biomechal Oxygen Demand)
BOD adalah jumlah oxygen yang dibutuhkan oleh vbakteri untuk mengurai zat-zat organic pencemar atau ukuran banyaknya oxygen yang digunakan dalam reaksi Oksidasi oleh bakteri. Makin rendah BOD,kualitas air makin bersih dan baik.
IV. Zat Pencemar Air
Zat pencemar dapat berupa benda hidup atau benda tak hidup. Benda-benda tak hidup senyawa kimia yang merupakan pencemar,misalnya :Hg,Pg,minyak atau lemak,detergen ,zat pewarna,insektisida,salmiak,mnganoksida,asam cuka,asam sulfat dan lain-lain. Benda-benda hidup atau bahan organic melipui sampah dapur,eceng gondok,mikroorganisme,bakteri,atau virus.
Zat pencemar hidup atau tak hidup dibedakan menjadi dua bagian :
1. partikel Suspensi : partikel berukuran ≥ 1 µm.partikel ini dapat diendapkan sehingga dapat dihilangkan dengan penyaringan.
2. Prtikel Koloid : berukuran sangat kecil sehingga tidak mudah mengendap,dapoat disaring dengan saringan khusus.
3. Zat-zat yang dapat melarut : partikel ini tidak mengendap,tidak dapat disaring, dan mengeruhkan air. ukuran partikel ini ± 0,001µm. partikel ini tidak bermuatan listrik,berbentuk molekul ion.
Derajat Kesamaan (Ph) air = 7.air yang tidak tercemar mempunyai pH berkisar antara 6,5-8,0.Air minum baik mengandung pH = 7,06. air dengan pH rendah bersifat krosif dan tidak baik untuk kesehatan dan pertanian.
V.Air Sadah
Air sadah adalah air yang mengandung garam-garam kalsium dan magnesium.meski tidak berbahaya air sadah tidak baik untuk mencuci dan untuk mesin-mesin.
Ion Ca2+dan Mg2+. Pada air sadah akan mensubtitusi ion Na+ atau K+berkurang.reaksinya :
Ca2+ + CH3 (CH2)6 COO-(ag) Ca[CH3(CH2)6COO)2]
Ion stearat dari sabun endapan sabun
Air sadah dapat menimbulkan kerak pada pada alat rumah tangga atau mesin-mesin.
Kesadahan air dibagi menjadi 2, yaitu :
a. kesadahan sementara pada kesadahan sementara,air sadah hanya mengandung Ca(HCO3)2 atau Mg(HCO3)2.kesadahan ini dapat dihilangkan dengan cara pemanasan,menurut reaksi :
Ca(HCO3)2(ag) CaCO3(s) + H2O(l)
Endapan karbonat yang terbentuk dapat dipisahkan dengan penyaringan
b. kesadahan tetap atau permanent pada kesadahan tetap, air sadah mengandung
garam sulfat (CaSO4. MgSO4) atau garam-garam klorida
Cara Menghilangkan Kesadahan
1. proses soda kapur air sadah direaksikan dengan soda ( Na2 CO3 ) dan kapur Ca
(OH )2 sehingga ion Ca2+ dan Mg2+ diendapkan :
MgSO4 ( aq ) + Ca ( OH )2 ( aq ) Mg (OH)2(S) + CaSO4(aq)
2. Proses Zeolit air yang dialirkan melalui natrium zeolit sehingga ion Ca2+dan Mg2+
diikat eolith sebagai pengganti ion Na+sehingga membentuk Mg atau Ca- zeolit.
VI.Sumber Pencemaran Air
1.Limbah Industri
beberpa industri berpotensi menghasilkan limbah,seperti :industri Pulp atau kertas,industri kosmetik,industri obat-obatan,batu baterai dan pengolahan logam. Unsure-unsur yang jadi pencemar antara lain: raksa,zink,tembaga dan besi.
2.Limbah Pertanian
Limbah pertanian timbul akibat pemakaian pupuk atau pestisida berlebihan.
Limbah pupuk menyuburkan tanaman air,seperti eceng gondok dan ganggang. Sementara pestisida dapat membunuh ikan atau organisme lain yang masukke rantai makanan.
3.Limbah Permukiman
limbah permukiman terbesar terdapat dari detergent. Detergent sangat sukar diuraikan mikroorganisme, sehingga tetap aktif sampai tahunan. Buih detergent dapat menutupi permukaan sungai atau danau sehingga mengurangi oxygen terlarut. Detergent.mengandung fosfat yang dapat menyuburkan tumbuhan air.
VII.Pengolahan Air
Air merupakan pelarut bagi banyak zat. Air melarutkan garam-garam mineral menyebabkan air terasa segar. Akan tetapi air juga mudah tercemar.
Tahap-tahap pengolahan air minum.
1. Filtrasi ( Penyaringan )
Tahap filtrasi bertujuan untuk memisahkan kotorang-kotorang yang tidak larut.
2. Koaggulasi ( pengumpalan )
Tahap koagulasi bertujuan untuk mengumpulkan partikel-partikel kotoran hewan yang terlalu kecil atau yang terlarut dengan cara menambahkan tawas atau alumunium solfat.
3. penambahan Zat Desinfektan
penambahan zat desinfektan bertujuan untuk memusnahkan kuman-kuman dengan kaporit (kalsium hipoklorit ).air minumyang diperoleh dengan penyulingan dan distilasi yaitu air didihkan dan uapny6a diembunkan kembali. Air murni disebut air suling atau aquadestilata.
D.Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh limbah rumah tangga,industri,pertanian atau buangan buahan-buahan yang tidak dapat lagi diuraikan oleh mikroorganisme.
I.Sumber Pencemaran Tanah
1.Limbah Rumah Tangga dan industri
limbah rumah tangga,toko,rumah sakit,perkantoran,dan industri meliputi : kertas,sisa makanan,plasti,logam dan seterusnya. Limbah padat tersebut dapat meutupi tanah,sehingga tanah dapat digunakan untuk keperluan lain.
Penanganan Sampah
Samapah Menurut Jenisnya dibagi 2 jenis, Yaitu :
a. Biodegradable, yaitu sampah organic yang diuraikan oleh Mikroorganisme.penanganan dengan cara dijadikan bahan urukan.kompos.khusus untuk kotoran hewan untuk membuat biogas.
b. Bahan-bahan yang tidak biodegradable, yaitu yaitu sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, terdiri dari plastic karet,kaca,serat sapan air tanah sehingga kurang subur.
perlihatkan semua...

Polusi atau Pencemaran lingkungan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982). Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.

Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. jumlahnya melebihi jumlah normal
2. berada pada waktu yang tidak tepat
3. berada pada tempat yang tidak tepat
Sifat polutan adalah:
1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi
2. merusak dalam jangka waktu lama.
Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
sampai tingkat yang merusak.
Macam-macam Pencemaran
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.
a. Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.
1. Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
a. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi,
bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
b. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak
berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak
sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam
udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-
ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di
bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas.
Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah
kaca.
c. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair
membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat
mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,
virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-
hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta
oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini
membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang
disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada
manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.
Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.
Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
2. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
a. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan
sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan
industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat
racun.
b. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air
berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
c. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian
terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral
yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming
alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis
karena sinar matahari terhalang.
Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.
Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.
3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
pecahan kaca, dan kaleng
b. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit
diuraikan)
c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
4. Polusi suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
b. Menurut macam bahan pencemar
Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.
1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba
coli, dan Salmonella thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
c. Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada
panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada
ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)
di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi
cacat.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
2. Parameter Pencemaran
Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam
berat.
b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu
jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan
menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya
selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan
untuk mengukur banyaknya pencemar organik.
Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.
c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.
perlihatkan semua...

Pencemaran Lingkungan

A. Macam – macam Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.
a. Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.

Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.



b. Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.

Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng.

Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.

c. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

1) Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).

Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.

2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.

Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.

B. Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global
Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.
Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam

Terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.

C. Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:

1. Membuang sampah pada tempatnya
Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.

Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.
2. Penanggulangan limbah industri
Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.

Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.

3. Penanggulangan pencemaran udara
Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.

4. Diadakan penghijauan di kota-kota besar
Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.

5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.

Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman.

Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.

6. Pengurangan pemakaian CFC
Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.
perlihatkan semua...

tugas kimia hidrokarbo

SOAL :
1 . Diketahui beberapa sifat kimia sebagai berikut :
1. sukar larut dalam air
2. atomnya hanya dapat disubstitusi oleh halogen
3. dapat dijadikan bahan bakar
4. ikatannya tak jenuh
5. rumus umumnya CnH2n+2
Yang merupakan sifat-sifat alkana adalah…
a. 1, 2, 3, 4 d. 1, 3, 4, 5
b. 1, 2, 3, 5 e. 2, 3, 4, 5.
c. 1, 2, 4, 5

2 . Yang sama dari kedua senyawa berikut :
1. CH3−CH2−CH2−CH3
2. CH3−CH(CH3)2
adalah….
a. titik didihnya
b. titik lelehnya
c. rumus empirisnys
d. persen komponen
e. kelarutannya

3 Pada pembakaran hidrokarbon menghasilkan zat-zat ….
a. CO d. NO2
b. CO2 e. CO2 dan H2O
c. H2O
4 . Senyawa di bawah ini yang dapat diramalkan memiliki titik didih tertinggi adalah….
a. CH3−CH(CH3)−CH3
b. CH3−CH2−CH2−CH3
c. CH3−CH2−CH(CH3)−CH3
d. CH3

CH3─ C ─ CH3

CH3
e. CH3−CH2−CH2−CH2−CH3

5 . Diantara senyawa berikut yang mempunyai titik didih terendah adalah….
a. propena d. 1-hexena
b. 1-butena e. 1-heptena
c. 1-pentena

6 . Rumus molekul berikut yang mempunyai titik didih paling tinggi adalah ….
a. C5H8 d. C6H12
b. C5H10 e. C6H14
c. C5H12

7 . Hidrokarbon berikut yang dapat mengalami reaksi substitusi adalah….
a. C2H2 , C2H4 , C2H6
b. C3H4 , C3H6 , C3H8
c. C2H6 , C3H8 , C4H10
d. C3H6 , C4H8 , C4H10
e. C3H8 , C4H8 , C4H10

8 . Suatu hidrokarbon mengandung tiga atom karbon dan dapat bereaksi dengan HBr menghasilkan 2-bromopropana ( CH3−CHBr−CH3).
Hidrokarbon tersebut adalah….
a. Propane d. propadiena
b. Propena e. butena
c. propuna

9 . Reaksi berikut ini yang merupakan reaksi substitusi adalah ….
a. CH2 ═ CH2 + HCl → CH3CH2Cl
b. CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O
c. C10H22 → C6H12 + C4H10
d. C2H6 + Br2 → C2H5Br + HBr
e. CH4 → C2H2 + 3H2

10. Senyawa hidrokarbon yang dapat mengalami reaksi adisi adalah ….
a. iso pentana
b. n – pentana
c. 3- metil- 1- pentena
d. 3- metil- pentana
e. 2,2- dimetil butana

11. Hasil adisi HBr terhadap 2-metil-2 -butena adalah….
a. 2- bromo -2-metil butana
b. 3- bromo -2-metil butana
c. 3- bromo -3-metil butana
d. 2- metil- 3- bromo butana
e. 2- bromo -2- metil butane

12. Senyawa berikut yang dapat mengalami reaksi adisi adalah ….
a. CH3CHCHCH3
b. CH3CH(CH3)CH3
c. CH3CH2CH2CH3
d. CH3C(CH3)2CH3
e. CH3CH(CH3)CH(CH3)2

13. Reaksi adisi gas hydrogen dengan senyawa alkuna menghasilkan senyawa….
a. alkana d. alkil
b. alkena e. alkadiuna
c. alkuna

14. Reaksi adisi 2-butuna dengan gas hidrogen menghasilkan…
a. 2 - butena
b. 2 – butadiena
c. 2 - butadiuna
d. 2- metil propana
e. 2- metil propena
15. Reaksi berikut yang merupakan reaksi adisi adalah….
a. CH4 + Cl2 → CH3Cl +HCl
b. CH4 + O2 → CO2 + H2O
c. C2H4 + Cl2 → C2H4Cl2
d. C2H4 + Cl2 → C2H2Cl2
e. CH4 + Cl2 → CH3Cl

16. Unsur yang tidak mungkin terdapat dalam minyak bumi adalah ….
a. H d. S
b. Ar e. C
c. O

17. Komponen utama minyak bumi adalah ….
a. alkana dan aromatik
b. alkana dan siklo alkana
c. alkana dan heterosiklik
d. siklo alkana dan aromatik
e. heterosiklik

18. Komponen utama bensin adalah….
a. metana dan etana
b. metana dan butana
c. butana dan heptana
d. heptana dan iso oktana
e. oktana dan iso oktana

19. Senyawa yang tergolong gas alam adalah….
a. metana dan etana
b. etena dan butena
c. propenadan butena
d. prapana dan butana
e. etana dan etuna

20. Diketahui beberapa zat :
1. LPG 4. alcohol
2. bensin 5. kerosin
3. solar
Yang merupakan hasil fraksi minyak bumi adalah….
a. 1,2,3 dan 4 d. 1,2,4 dan 5
b. 1,3,4 dan 5 e. 2,3,4 dan 5
c. 1,2,3 dan 5

21. Pemurnian minyak bumi dilakukan dengan cara distilasi bertingkat yaitu pemisahan berdasarkan …
a. titik leleh d. ukuran partikel
b. titik cair e. suhu
c. titik didih

22. Pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi dilakukan dengan cara….
a. kromatografi d. sublimasi
b. kristalisasi e. distilasi
c. filtrasi




23. Fraksi minyak bumi yang memiliki titik didih terendah adalah….
a. LNG d. Premium
b. LPG e. Bensin
c. Kerosin

24. Fraksi minyak bumi yang dihasilkan pada suhu 175o sampai 300o adalah….
a. bensin
b. kerosin
c. solar
d. pelumas
e. lilin

25. Urutan fraksi minyak bumi dari yang ringan ke berat adalah….
a. bensin , solar , dan kerosin
b. bensin , kerosin , dan solar
c. kerosin , solar dan bensin
d. kerosin , bensin dan solar
e. solar , kerosin dan bensin

26. Berikut ini adalah data hasil penyulingan minyak bumi :
Banyaknya
Atom C Titik didih
1. 1 – 4
2. 5 – 10
3. 11 – 12
4. 13 – 25
5. 26 - 28 Di bawah 40oC
40oC - 180oC
180oC - 250oC
250oC – 350oC
di atas 350oC

Berdasarkan data di atas , hasil penyulingan minyak bumi yang biasa dipergunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor adalah….
a. 1 dan 3 d. 2 dan 5
b. 1 dan 4 e. 3 dan 5
c. 2 dan 4

27. Berikut ini data hasil penyulingan bertingkat minyak bumi:
fraksi Jumlah atom C Titik didih
( oC)
1
2
3
4
5 1 – 4
5 – 10
11 – 12
13 – 25
26 – 28 < 40 40 -180 160 – 250 220 – 350 > 350

Fraksi nomor 4 biasa digunakan untuk….
a. bahan bakar kendaraan bermotor
b. bahan bakar mesin diesel
c. bahan baku pembuatan lilin
d. bahan baku pembuatan pupuk
e. bahan baku pembuatan aspal.

28. Mutu bensin dinyatakan dengan angka oktan . Senyawa karbon yang mempunyai angka oktan 100 adalah….
a. iso – oktana
b. n – butana
c. n – heptana
d. tetra etil timbal (IV)
e. nafta

29. Untuk menaikkan mutu bensin dapat dilakukan dengan menambahkan suatu zat tertentu dalam jumlah relatif sedikit, zat itu adalah ….
a. LNG
b. Avtu
c. 2,2,3- trimetil pentana
d. Pb(C2H5)4
e. Iso oktana

30. Bensin premium mempunyai bilanapgan oktan 88 artinya :
a. campuran 12% iso oktana dan 88% n- heptana
b. campuran 12% n- heptana dan 88% iso oktana
c. campuran 92% iso oktana dan 8% n- heptana
d. campuran 92% n- heptana dan 8% iso oktana
e. campuran 80% iso oktana dan 8% n- heptana

31. Asap kendaraan bermotor antara lain mengandung gas CO, CO2, uap air , sisa hidrokarbon dan partikel timah hitam.
Bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia adalah…
a. CO dan CO2
b. CO dan uap air
c. CO2 dan sisa hidrokarbon
d. CO dan partikel timah hitam
e. CO2 dan partikel timahhitam

32. Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun karena….
a. gas CO dapat berikatan dengan hemoglobin membentuk COHb
b. gas CO dapat larut dalam air membentuk CO2 dan H2
c. gas CO mudah bereaksi dengan udara membentuk CO2
d . gas CO berbau busuk dan menusuk
e. gas CO adalah gas yang reaktif dan mudah bereaksi dengan zat lain.

33. Kadar CO diudara yang masih aman adalah sampai 100 ppm .
Jika dinyatakan dalam persen berarti batas aman adalah…
a. 1 % d. 0,001 %
b. 0,1 % e. 0,0001 %
c. 0,01 %
34. Menghidupkan mesin dalam garasi tertutup adalah berbahaya karena di sana ada gas berbahaya hasil pembakaran bensin yang tidak sempurna yaitu..
a. gas nitrogen
b. gas oksigen
c. gas belerang oksida
d. gas karbon dioksida
e. gas karbon monoksida

35. Untuk mengurangi pencemaran udara oleh gas CO dilakukan dengan ….
a. menghentikan penggunaan bahan bakar minyak
b. mencampur bensin dengan solar
c. merelokasi pabrik
d. memasang pengubah katalitik pada knalpot kendaraan
e. menggunakan bensin bertimbel.

36. Jika bensin terbakar tidak sempurna maka akan menghasilkan jelaga (arang atau karbon) sehingga asap kendaraan bermotor menjadi hitam. Reaksi yang benar ditulis….
a. bensin + oksigen → C (s) + CO(g) + CO2(g) + H2O(g)
b. bensin + oksigen → CO(g) + CO2(g) + H2O(g)
c. bensin + oksigen → CO2 (g) + H2O(g)
d. bensin + oksigen → CO(g) + H2O(g)
e. bensin + oksigen → C (s) + CO(g) + H2O(g)

37. Senyawa siklo heksana banyak digunakan untuk membuat….
a. kertas d. plastic
b. nylon e. PVC
c. karet

38. Hasil dari penyulingan minyak bumi yang digunakan sebagai pelarut dan binatu (dry cleaning) adalah….
a. eter petrolium
b. parafin
c. gasoline
d. nafta
e. avtur

39. Poliester salah satu hasil polimerisasi dari senyawa karbon yang digunakan untuk….
a. pembuatan kosmetik
b. pembuatan plastic
c. pembuatan pakaian
d. pembuatan obat-obatan
e. pembuatan pupuk

40. Senyawa hidrokarbon yang digunakan untuk membuat karung plastic dan tali plastic adalah….
a. poli etana d. poli butena
b. poli etena e. poliheksena
c. poli propilena

41. Polietena merupakan hasil polimerisasi dari etilena atau etena polietena banyak digunakan untuk ….
a. Pembuatan kosmetik
b. Pembuatan pupuk
c. Pembuatan karet
d. Pembungkus bahan makanan
e. pelarut cat

42. Senyawa alkuna yang digunakan untuk mengelas besi adalah….
a. asetilena d. pentuna
b. propuna e. heksuna
c. butuna

43. Senyawa karbon yang digunakan untuk menghilangkan cat kuku adalah…
a. alcohol
b. formaldehid
c. gliserol
d. karbol
e. aseton

44. Parafin salah satu dari hasil penyulingan minyak bumi yang digunakan untuk….
a. pelarut
b. pelumas
c. membuat lilin
d. membuat aspal
e. membuat sumber hidrogen
45. 4 liter senyawa hidrokarbon yang digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor dibakar sempurna dengan 50 liter oksigen menghasilkan 32 liter gas karbon dioksida .
Jika semua gas diukur pada Suhu dan tekanan yang sama, Maka rumus molekul hidro Karbon tersebut….
a. C4H10 d. C7H16
b. C5H12 e. C8H18
c. C6H14

46. Kalsium karbida dengan massa 160 gram direaksikan dengan air .
Menurut reaksi :
CaC2(s) + 2H2O(l) → C2H2(g) + Ca(OH)2(aq)
Volume gas yang dihasilkan pada keadaan STP adalah….
a. 11,2 liter d. 224 liter
b. 22,4 liter e. 560 liter
c. 56 liter


47. Bilangan oksidasi Cpada C2H6, CO, CO2 dan CCl4 adalah…
a. +3 , +3 , +4, +4
b. +2 , +3 , +4, +4
c. -2 , +2 , +4, +4
d. -2 , +3 , +4, +4
e. -3 , +2 , +4, +4

48. Diketahui beberapa zat:
1. larutan gula
2. larutan asam cuka
3. larutan sabun
4. larutan etanol
5. larutan amonia
Pasangan larutan yang berasal dari senyawa karbon dan bersifat non elektrolit adalah nomor ….
a. 1 dan 2 d. 1 dan 5
b. 1 dan 3 e. 2 dan 4
c. 1 dan 4

49. Setiap 1 gram senyawa hidro karbon berikut yang mempunyai jumlah partikel paling banyak adalah….
a. C2H4 d. C3H6
b. C2H6 e. C6H6
c C3H4

50. Suatu hidrokarbon (CxHy), di bakar sempurna menghasilkan 30 gram CO2 dan 35 gram uap air dan mempunyai Mr 84.
Senyawa tersebutadalah….
a. benzena d. heksena
b. pentena e. heksana
c. pentana


perlihatkan semua...

SENYAWA KARBON

Senyawa Karbon merupakan bagian dari senyawa Organik yang komponen terbesar penyusunnya terdiri dari unsur-unsur bahan organik antara lain seperti, C; H; O; N; S; P.
Contoh : a.Gula Tebu. b.Protein. c.Glukose.

Pada contoh tersebut Penyusun utama senyawa adalah atom C (Karbon).

Kekhasan atom C (keistimewaan atom C) :
1.Berdasar Elektron Valensinya, atom C dapat mengikat 4 atom atau gugus lain yang sejenis
atau berbeda-jenis secara kovalen (mengikat dengan 4 garis ikatan kovalen).
2.Antara atom C dapat saling berikatan membentuk rantai C dengan Ikatan tunggal maupun ikatan rangkap (rangkap 2 atau 3).

3.Pada rantai C ada yang terbuka atau tertutup serta cabang.

4.Pada rantai C dikenal adanya : Atom C primer, Atom C sekunder, Atom C tersier dan Atom
C kuarterner.
Dari keistimewaan ini, sangat banyak dikenal jenis Senyawa Karbon.

Hidro Karbon
Hidro Karbon adalah bagian dari senyawa karbon yang tersusun atas atom Hidrogen (H) dan
Karbon (C).

Berdasar Rantai Karbonnya Hidro Karbon dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Hidro Karbon
Rantai C Terbuka (alifatis). 2. Hidrokarbon Rantai C Tertutup (Siklis).

Hidrokarbon Rantai C Terbuka ada 3 Golongan, yaitu :

•Alkana adalah Hidrokarbon rantai C terbuka dengan ikatan tunggal atau jenuh pada Rantai
Karbonnya.

•Alkena adalah Hidrokarbon rantai C terbuka dengan terdapat 1 ikatan rangkap 2 pada
Rantai Karbonnya.

•Alkuna adalah Hidrokarbon rantai C terbuka dengan terdapat 1 ikatan rangkap 3 pada rantai
Karbonnya.


JENIS ATOM C DALAM RANTAI KARBON
Dalam Rantai Karbon pada Senyawa Hidro Karbon dikenal ada 4 (empat) jenis Atom C, yaitu : 1.Atom C Primer, 2. Atom C Sekunder, 3. Atom C Tersier, dan 4. Atom C Kuarterner.

Berikut Contoh Rumus Struktur Kerangka Rantai Karbon yang di dalamnya terdapat ke empat jenis Atom C sebagaimana yang dimaksud di atas, adalah :

| | |
– C – – C – – C –
| | | | | | | |
– C – C – C – C – C – C – C – C –
| | | | | | | |
– C – – C –
| |
– C –
|

JENIS ATOM C DALAM RANTAI KARBON
Dalam Rantai Karbon pada Senyawa Hidro Karbon dikenal ada 4 (empat) jenis Atom C, yaitu : 1.Atom C Primer, 2. Atom C Sekunder, 3. Atom C Tersier, dan 4. Atom C Kuarterner.

Berikut Contoh Rumus Struktur Senyawa Hidro Karbon golongan Alkana yang di dalamnya terdapat ke empat jenis Atom C yang dimaksud, adalah :


CH3 CH3 CH3
| | |
CH3 – CH – CH2 – CH – CH – C – CH2 – CH3
| |
CH2 CH3
|
CH3

Contoh Rantai Karbon ( rantai C )

a. Rantai C Terbuka :

| | | |
1. – C – C – C – C –
| | | |

| | | |
2. – C – C – C = C –
| | | |

| | | |
3. – C – C – C ≡ C –
| | | |

| | | | | | |
4. – C – C – C – C – C – C – C –
| |
– C –
| – C –
|
dll


b. Rantai C Tertutup :
| | |
1. – C – C – C –
| | |
– C – – C –
\ /
– C –


\ /
2. C
\ / \ /
– C C –
| |
– C C –
/ \ / \
C
/ \ dll.

ALKANA, Rumus Umum : CnH2n+2
10 Anggota Deret Homolog pertama ALKANA :
(Deret Homolog yaitu Deret Anggota dari satu anggota keanggota berikutnya selisih
CH2- atau Mr-nya berbeda sebesar 14).

•CH4 Metana
•CH3-CH3 Ethana ( C2H6 )
•CH3-CH2-CH3 Propana ( C3H8 )
•CH3-CH2-CH2-CH3 n-Butana ( …. )
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 n-Pentana (…. )
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 n-Heksana ( …. ) dst.
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 n-Heptana
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 n-Oktana
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 n-Nonana
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 n-Dekana
Awalan n- didepan nama dibaca normal, artinya struktur tidak bercabang.

GUGUS ALKIL,
Alkana apabila kehilangan (diambil) 1 atom H, akan menjadi Gugus yang disebut Alkil. Nama dari alkana akhiran ana diganti il.

•CH3- Metil
•CH3-CH2- Ethil ( C2H5- )
•CH3-CH2-CH2- n-Propil ( C3H7- )
•CH3-CH2-CH2-CH2- n-Butil ( …. )
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2- n-Pentil / n-Amil (…. )
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2- n-Heksil ( …. ) dst.
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2- n-Heptil
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2- n-Oktil
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2- n-Nonil
•CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2- n-Desil

Rumus Umum ALKIL: CnH2n + 1 . Awalan n pada nama dibaca: normal.

Beberapa Gugus ALKIL yang banyak dipakai/dijumpai : Methil : CH3 —
Ethil : C2H5 — atau CH3 — CH2 —

Propil : C3H7 — , dapat berupa :
a. n-Propil : CH3 — CH2 — CH2 — b. Isopropil : CH3— CH— (sekunder Propil)
|
Butil : C4H9 — , dapat berupa : CH3

a. n-Butil : CH3 — CH2 — CH2 — CH2—

b. Isobutil : CH3 — CH — CH2—
|
CH3
|
c. Sekunder Butil : CH3 – CH2 – CH – CH3

CH3
d. Tersier Butil : |
CH3— C —
|
CH3

ALKENA, Rumus Umum : CnH2n
Anggota Deret Homolog ALKENA , mulai harga n = 2 s/d n = 10 :
Ingat, Bahwa dalam Alkena Terdapat 1 ikatan rangkap 2 pada rantai karbonnya.

1. CH2 = CH2 Ethena ( C2H4 )
2 CH2 = CH-CH3 Propena ( C3H6 )
3. CH2 = CH-CH2-CH3 1-Butena ( C4H8 )
4. CH2 = CH-CH2-CH2-CH3 1-Pentena ( …. )
5. CH2 = CH-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Heksena ( …. ) dst.
6. CH2 = CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Heptena
7. CH2 = CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Oktena
8. CH2 = CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Nonena
9. CH2 = CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Dekena
Angka satu ( 1 ) didepan nama menunjukkan letak ikatan rangkap 2




ALKUNA, Rumus Umum : CnH2n - 2
Anggota Deret Homolog ALKUNA , mulai harga n = 2 s/d n = 10 :
Ingat, Bahwa dalam Alkuna terdapat 1 ikatan rangkap 3 pada rantai karbonnya.

1. HC ≡ CH Ethuna ( C2H2 )
2. HC ≡ C-CH3 Propuna ( C3H4 )
3. HC ≡ C-CH2-CH3 1-Butuna ( C4H6 )
4. HC ≡ C-CH2-CH2-CH3 1-Pentuna ( …. )
5. HC ≡ C-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Heksuna ( …. )
6. HC ≡ C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Heptuna ( …. ) dst.
7. HC ≡ C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Oktuna
8. HC ≡ C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Nonuna
9. HC ≡ C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 1-Dekuna
Angka Satu ( 1 ) didepan nama menunjukkan letak ikatan rangkap 3

Tata Nama ALKANA

Berdasar Aturan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry), pemberian
Nama Alkana diatur sebagai berikut :

Sesuai Jumlah Atom C (dengan bahasa Latin / Yunani) diberi akhiran ana. Contoh:

a.Jml.at. C = 1, Metana. b.Jml.at.C =2, Ethana, c. Jml.at. C=3, Propana, d. Jml.at. C = 4, Butana dst.

Rumus Struktur Alkana yang tidak bercabang (rantai lurus), mulai jumlah at.C = 4 nama diberi awalan n yang berarti normal.

Untuk Struktur Alkana Bercabang, cara memberi nama sbb :
1. Pilihlah (cari) deret rantai C terpanjang, sesuai jml.at.C-nya sebagai nama induk
Alkana.
2.Atom C lain yang terikat pada rantai induk disebut cabang, sesuai jumlah atom C- nya diberi nama Alkil.
3.Jika terdapat lebih dari 1 cabang sejenis, nama cabang (Alkil) diberi awalan : di=2, tri=3, tetra=4, dst.
4.Letak cabang terikat diberi nomor sekecil kecilnya ditentukan dari ujung C rantai induk ke Ujung C lain.
5.Urutan Penulisan Nama Alkana :
Nomor cabang, Nama dan jumlah cabang, Nama Induk Alkana

Latihan, berikan Nama Rumus-rumus Struktur Alkana berikut :

1. CH3– CH– CH2– CH– CH3
| |
CH3 CH2
|
CH3

CH3
|
2. CH3– C – CH – CH2 – CH3
| |
CH3 CH3

3. CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3


Tata Nama ALKENA
Nama Anggota Golongan ALKENA Berdasar Aturan IUPAC adalah :

Seperti pada Alkana, sesuais Jumlah Atom C, nama akhiran ANA pada Alkana diganti akhiran ENA.

Pada Rumus Struktur Letak ikatan rangkap 2 diberi nomor serendah-rendahnya.

Untuk ALKENA bercabang.

1. Tentukan (pilih) Induk Alkena yaitu Rantai C terpanjang yang memiliki 1 Ikatan rangkap 2. Atom C lain yang terikat pada induk disebut cabang (Alkil) dengan nama alkil sesuai jumlah atom C-nya, dan diberi nomor menyesuaikan letak nomor ikatan rangkap 2.

2. Urutan Penulisan Nama Alkena :

Nomor Cabang, Nama dan jumlah Cabang, Nomor letak Ikatan rangkap 2, Nama
Induk Alkena.


Tata Nama ALKUNA
Nama Anggota Golongan ALKUNA Berdasar Aturan IUPAC adalah :
Seperti pada Alkana, sesuai Jumlah Atom C, nama akhiran ANA pada Alkana diganti
akhiran UNA.
Pada Rumus Struktur Letak ikatan rangkap 3 diberi nomor serendah-rendahnya. Untuk ALKUNA bercabang,
1. Tentukan (pilih) Induk Alkuna yaitu Rantai C terpanjang yang memiliki 1 Ikatan
rangkap 3. Atom C lain yang terikat pada induk disebut cabang (Alkil) dengan nama alkil sesuai jumlah atom C-nya, dan diberi nomor menyesuaikan letak nomor ikatan rangkap 3.

2. Urutan Penulisan Nama Alkuna :

Nomor Cabang, Nama dan jumlah Cabang, Nomor letak Ikatan rangkap 3, Nama
Induk Alkuna.

Isomeri adalah senyawa yang rumus molekulnya sama tetapi rumus strukturnya berbeda. Isomer pada Alkana ada 1, yaitu: isomer kerangka (isomer Rantai).
Contoh :
1. C4H10 Isomer-isomernya :
a. CH3–CH2–CH2–CH3 n-Butana. b. CH3 – CH – CH3
|
CH3 2-Methil Propana. Jadi untuk C4H10 ada 2 isomer.

2. C5H12 Isomer-isomernya : … .

Isomer pada Alkena ada 3, yaitu :
1. Isomer rangka (isomer Rantai).
2. Isomer Posisi (perbedaan letak ikatan rangkap 2).
3. Isomer Geometri (isomer Cis dan trans).

Contoh :
1. C4H8 , Isomer-isomernya :
a. CH2=CH– CH2– CH3 1-Butena. b. CH3– CH=CH – CH3 2-Butena. c. CH2=C – CH3 2-Methil Propena.
|
CH3

H H
\ /
d. Cis-2-Butena : C = C
/ \
CH3 CH3

e. Trans-2-Butena : … .



Isomer pada Alkuna ada 2, yaitu :
1. Isomeri Posisi.
2. Isomeri Kerangka ( Isomeri Rantai).

Contoh :
1. C5H8 , Isomer-isomernya :
a. CH≡C –CH2 –CH2 –CH3 : 1-Pentuna.

b. CH3 – C ≡ C – CH2 – CH3 : 2-Pentuna.

c. CH ≡ C – CH – CH3 : 3-Methil 1-Butuna.
|
CH3

2. C6H10 , Isomer-isomernya :
a. … .
b. … .
c. … . d. … . e. … . f. … .

Kerjakan Soal soal berikut :
1. Tuliskan Nama Senyawa sbb :
CH3 CH3
| |
a. CH3 —CH —CH— C —CH3
| |
CH3 CH3
CH3—CH2
|
b. CH3—C —CH2—CH—CH3
| |
CH3 CH2—CH3

CH3
|
c. CH3 —CH— CH = C—CH3
|
CH3 —CH —CH3

2. Tuliskan Rumus struktur Senyawa senyawa berikut :

a. 2,3,3,5 Tetra Methil Heksana.
b. 4-Ethil, 2,3,3-Trimethil Heptana.
c. 2,2,4 Trimethil Pentana.
d. 2,3 Dimethil 1- Pentena.
e. 2,3,4 Trimethil 2-Pentena.
f. 2,4 Diethil, 3 Methil 1-Heksena.
g. 2,2,3,4,5 Pentamethil 3-Heksena.
h. 3,3 Dimethil 1-Butuna.
i. 2,2,5 Trimethil 3-Heksuna.
j. 3,3,4 Trimethil 1-Pentuna.

SOAL LATIHAN 1
Tuliskan Nama Senyawa ALKANA, ALKENA dan ALKUNA berikut :

CH3 CH2—CH3 CH3
| | |
1. CH3 — CH2 — CH — CH — CH2 — CH—CH3

CH3—CH2 CH3 CH3
| | |
2. CH2 = C — C — C — CH2 — CH3
| |
CH3 CH3

CH3 — CH—CH3 CH3
| |
3. CH3 — CH — CH2 — CH — C ≡ C — CH3

Sifat Reaksi Alkana, Alkena dan alkuna.

Alkana, Alkena dan Alkuna dapat mengalami reaksi pembakaran, yaitu:
a. Reaksi Pembakaran Sempurna :
Alkana (CnH2n +2) + O2 → CO2 + H2O (belum setara) Alkena (CnH2n) + O2 → CO2 + H2O (belum setara) Alkuna (CnH2n-2) + O2 → CO2 + H2O (belum setara)

b. Reaksi Pembakaran tidak sempurna :
Alkana (CnH2n + 2) + O2 → CO + H2O (belum setara) Alkena (CnH2n) + O2 → CO + H2O (belum setara) Alkuna (CnH2n – 2) + O2 → CO + H2O (belum setara)

Alkana dapat mengalami reaksi Substitusi (reaksi penggantian). Contoh :
a. CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl
b. C2H6 + Br2 → C2H5Br + HBr dll.


Alkena dan Alkuna dapat mengalami reaksi Addisi (reaksi pemutusan ikatan rangkap). Contoh :
a. CH2 = CH2 + Cl2 → Cl –CH2–CH2–Cl
1,2-Dikloro Ethana

b. CH2 = CH2 + H2 → CH3–CH3
Ethana

c. CH≡CH+ Br2→ Br-CH=CH-Br
1,2-DiBromo Etena

d. CH≡CH + H2 → CH2=CH2
Ethena

e. CH≡CH + Cl2 → … .
perlihatkan semua...

Pengaruh Penambahan Ion Senama

Jika kita menambahkan ion senama ke dalam larutan jenuh yang berada pada kesetimbangannya, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri membentuk endapan. Terbentuknya endapan ini menunjukkan penurunan kelarutan. Fenomena ini disebut efek ion senama .
Jika larutan jenuh AgCl ditambahkan HCl, maka kesetimbangan AgCl akan terganggu.
HCl (aq) → H + (aq) + Cl - (aq)
AgCl (s) Ag + (aq) + Cl - (aq)
Kehadiran Cl - pada reaksi ionisasi HCl menyebabkan konsentrasi Cl - pada kesetimbangan bergeser ke kiri membentuk endapan AgCl. Dengan demikian kelarutan menjadi berkurang.


Memprediksi Adanya Pengendapan
Masing-masing zat memiliki harga K sp yang berbeda. Selanjutnya, dengan mengetahui harga K sp dari suatu zat, kita dapan memperkirakan keadaan ion-ion suatu zat dalam suatu larutan dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion (Qc) lebih kecil dan harga K sp maka ion-ion tersebut masih larut.
b. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion (Qc) sama dengan harga K sp maka ion-ion tersebut tepat jenuh.
c. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion (Qc) lebih besar harga K sp maka ion-ion tersebut sudah membentuk endapan.


Hubungan Harga Ksp dengan pH
Kelarutan suatu zat dapat kita tentukan dari harga Ksp zat tersebut. Sebaliknya, harga Ksp suatu zat dapat kita peroleh dari kelarutan zat tersebut. Jika kelarutan suatu zat kita ketahui, maka susunan konsentrasi ion-ion zat tersebut dalam larutan jenuhnya dapat ditentukan. Berarti, dengan mengetahui harga Ksp dari suatu zat, susunan konsentrasi ion-ion zat tersebut dalam larutan jenuhnya dapat kita tentukan. Dengan demikian, pH larutan jenuhnya dapat kita tentukan. Demikian juga sebaliknya, dengan mengetahui pH larutan jenuh suatu zat maka harga Ksp zat tersebut dapat kita tentukan.
Hubungan antara Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
Jika bentuk umum suatu zat yang sedikit larut dalam air adalah AxBy maka persamaan kesetimbangan larutan tersebut adalah sebagai berikut.
AxBy --> xA y+ (aq) + yB x- (aq)
Persamaan tetapan kesetimbangan atau persamaan tetapan hasil kali kelarutan dari AxBy adalah sebagai berikut.
K sp = [A y+ ] x [B x- ] y
Bila kelarutan zat AxBy adalah s (dalam satuan molar), secara stoikiometri [A y+ ] yang terbentuk adalah x s dan [B x- ] yang terbentuk adalah y s.
Kelarutan dan hasil kali kelarutan
Apabila suatu zat kita larutkan ke dalam suatu pelarut, ternyata ada yang mudah larut (kelarutannya besar), ada yang sukar larut (kelarutannya kecil), dan ada yang tidak larut (kelarutannya dianggap nol). Sebenarnya, tidak ada zat yang tidak larut dalam pelarut. Misalnya, dalam pelarut air semua zat (termasuk logam) dapat larut, hanya saja kelarutannya sangat kecil. Jika suatu zat terlarut dalam pelarut sangat sedikit, misalnya kurang dan 0,1 gram zat terlarut dalam 1.000 gram pelarut, maka zat tersebut kita katakan tidak larut (insoluble). Di sini, kita akan membicarakan zat padat yang sedikit kelarutannya dalam air.
Jika suatu zat padat, contohnya padatan PbI 2, kita larutkan ke dalam air maka molekul-molekul padatan PbI 2 akan terurai, selanjutnya melarut dalam air. Untuk melarutkan PbI 2 ke dalam air akan ada dua proses yang berlawanan arah (proses bolak-balik), yaitu proses pelarutan padatan PbI 2 dan proses pembentukan ulang padatan PbI 2 . Mula-mula, laju pelarutan padatan PbI 2 sangat cepat dibandingkan dengan laju pembentukan ulang padatan tersebut. Makin lama, konsentrasi PbI 2 yang terlarut meningkat dengan teratur dan laju pembentukan ulang padatan juga meningkat. Pada saat laju pelarutan padatan PbI 2 sama dengan pembentukan ulang padatan, proses yang saling berlawanan arah tersebut kita katakan berada dalam kondisi kesetimbangan .
Pada kondisi kesetimbangan ini, larutan PbI 2 pada kondisi tepat jenuh. Jumlah PbI 2 yang dapat larut sampai dengan tercapainya kondisi tepat jenuh dinamakan kelarutan PbI 2 . Secara umum, pengertian kelarutan suatu zat dalam air adalah batas maksimum dari jumlah suatu zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu air.
PbI 2 melarut dalam air dalam bentuk ion Pb 2+ dan 2 ion I -, sehingga proses kesetimbangan PbI 2 dalam air merupakan kesetimbangan ionisasi PbI 2 dalam air, yaitu sebagai berikut.
PbI 2 (s) --> Pb 2+ (aq) + 2 I - (aq)
Dalam larutan PbI 2 jenuh terdapat reaksi ionisasi PbI 2 dalam keadaan setimbang. Tetapan kesetimbangan ini kita namakan tetapan hasil kali kelarutan (solubility product constant) dan disimbolkan dengan K sp .
perlihatkan semua...

;